Pagelaran kali ini di Wembley hanya berselang dua tahun sejak Barcelona menegaskan status mereka sebagai juara kompetisi antar-klub Eropa setelah menaklukkan Manchester United di tempat yang sama pada musim 2011. Tapi, cara Muenchen dan Dortmund menuju final telah mengubah kompetisi musim ini dan menunjukkan kekuatan benua baru. Bayern meninggalkan Barcelona di sisa reruntuhan setelah mencatat kemenangan agregat 7-0 di semifinal. Sementara Dortmund yang mengalahkan 4-1 Real Madrid di babak sama membuat mulut pemerhati sepakbola ternganga dengan takjub.
berita sepak bola
Terlepas dari hasilnya, final besok akan menjadi malam yang monumental bagi sepakbola Jerman.Muenchen dan Dortmund memandang pertandingan sarat gengsi itu dengan motivasi yang sangat berbeda. Bagi Muenchen ini merupakan kesempatan untuk menebus kekalahan menyakitkan akhir 2010 dan, terutama pada 2012. Bermain dihadapan pendukungnya sendiri, Allianz Arena,
berita sepak bolaMuenchen takluk ditangan Chelsea. Dortmund, yang pada 1997 membuat rekor baru ketika untuk pertama kalinya menjuarai kompetisi antar klub terelit di Eropa ini, merindukan untuk menambah penderitaan Muenchen, yang telah merusak upaya mereka membangun tim dengan merebut playmaker Mario Goetze. Cedera hamstring Goetze telah mengurangi risiko malu diplomatik pada hari Sabtu, tapi Bayern juga dipercaya untuk memimpin perlombaan untuk Dortmund Polandia striker Robert Lewandowski, yang menaruh Madrid untuk pedang dengan jarak empat gol yang luar biasa di leg pertama mereka semifinal. Kiper Dortmund, Roman Weidenfeller, tanpa bermaksud mengecilkan peran Goetze menunjuk ke final Piala Jerman 2012,
berita sepak bola ketika Dortmund mengalahkan Muenchen 5-2. "Tak perlu dikatakan bahwa dengan dia kita memiliki kualitas yang berbeda," katanya. "Di final DFB Pokal tahun 2012, Mario juga tidak bermain," ujarnya. Final Liga Champions besok akan menjadi pertemuan ke-101 di antara mereka. Dan, setelah tujuh pertemuan terakhir, manajer Muenchen, Jupp Heynckes, yakin ada sedikit peluang untuk memenangkan laga. "Kedua tim sudah saling mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Kedua pelatih sepenuhnya memiliki informasi tentang lawan, sehingga tidak ada rahasia," katanya. Heynckes bisa menjadi pelatih keempat yang akan memenangkan kompetisi ini dengan dua klub berbeda, setelah sebelumnya membawa Madrid meraih gelar Liga Champions kedelapan pada 1998.